Monday, March 31, 2014

SUBNETTING PADA WINDOWS DAN LINUX BLANKON

A. Landasan Teori
            Subnetting adalah proses memecah suatu IP jarinigan ke sub jaringan yang lebih kecil yang biasa disebut dengan subnet. Setiap subnet deskripsi non-fisik (id) untuk jaringan sub fisik ( jaringan beralih dari host yang mengandung satu router-router dalam jaringan multi).
Manfaat subnetting, yaitu :
1.     Mengurangi network traffic.
2.     Mengoptimalkan network performance.
3.     Mempermudah pengelolaan network.
Selain subnetting, terdapat juga istilah supernetting. Supernetting adalah proses menggabungkan dua atau lebih blok IP address menjadi satu kesatuan. Jika proses subnetting dapat membagi sebuah network menjadi beberapa subnet, maka supernetting merupakan proses kebalikannya. Supernetting menggabungkan beberapa network yang berdekatan sehingga terbentuklah sebuah supernet. Supernetting disebut juga CIDR ( Classless Inter-Domain Rounting ).  
Manfaat supernetting yaitu mengupdate router dengan efisien yang artinya dapat mengirimkan informasi banyak route dalam satu pemberitahuan sehingga menghemat bandwidth dan meminimalkan pekerjaan router.
          Selain subnetting dan supernetting, terdapat beberapa istilah lain sebelum melakukan perhitungan subnetting. Istilah-istilahnya yaitu :
1.     IP Address
Deretan angka biner antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap computer host dalam jaringan Internet. Panjang dari angka ini adalah 32-bit (untuk IPv4 ) dan 128-bit (untuk IPv6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP.





2.     Network Address
Pengelompkan suatu jaringan dengan batasan yang dibuat dan didefinisikan oleh router. Dalam satu jaringan LAN maka IP Network Address tentu akan sama.

3.     Broadcast Address
Alamat ini digunakan untuk mengirim/menerima informasi yang harus diketahui oleh seluruh host yang ada pada suatu jaringan. Setiap IP memiliki header alamat tujuan berupa IP Address dari host yang akan dituju oleh paket tersebut. Dengan alamat ini, maka hanya host tujuan saja yang memproses paket tersebut, sedangkan host lain akan mengabaikannya.

4.     Multicast Network
Alamat ini digunakan untuk mengirim/menerima informasi yang harus diketahui oleh seluruh host yang ada pada beberapa jaringan.

5.     Netmask Address
Netmask address biasa digunakan untuk membedakan Network ID dengan host ID.
Description: http://wsn.eepis-its.edu/blog/wp-content/uploads/2011/10/subnet.jpg
          IP Address dibagi menjadi 5 kelas, yaitu :
Description: http://www.firewall.cx/images/stories/ip-classes-1.gif
6.     Gateway
Gateway adalah sebuah mekanisme yang menyediakan akses ke sebuah system lain yang terhubung dalam sebuah network. Gateway merupakan suatu perangkat yang dipakai untuk menghubungkan satu jaringan komputer dengan satu/ lebih jaringan komputer yang menggunakan protocol komunikasi yang tidak sama sehingga informasi dari satu jaringan komputer bisa dibagikan ke jaringan komputer lain yang berbeda protocol.









B. Praktik
Soal 1 : Subnetting IP address kelas A dengan segmen yang sama.
1.     IP Kelas A (10.0.0.0) disubnetting dengan netmask 255.255.255.0 pada kelas C
2.     Hitung jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet.
àAnalisa :
10.0.0.0 berarti kelas A dengan subnet mask/24 berarti 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0)
àPerhitungan :
a.     Jumlah subnet = 2m = 20 = 1 subnet (m adalah jumlah bit 1 pada oktet keempat)
b.     Jumlah host per subnet = 2n – 2 = 28 – 2 = 254 host(n adalah jumlah bit 0 pada oktet keempat)
c.      Blok subnet = 256 – 255 = 1. Subnet yang dihasilkan berupa 0,1,2,3,dst.
d.     Range IP address = 10.0.0.1 – 10.0.0.254
Langkah-langkah setting yang dilakukan :
1.     Setting IP Windows
a.     Pertama kita masuk ke control panel.
Start button à Control Panel
b.     Setelah itu pilih Network and Sharing Center.
c.      Lalu pilih Change adapter settings.
d.     Setelah itu klik Local Area Connection, lalu klik kanan à Properties.

e.      Lalu pilih Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4), pilih properties.
f.       Setelah itu pilih “Use the following IP address”. Fungsinya untuk memasukkan IP Address kita secara manual.
IP Address : 10.0.0.2
Subnet Mask : 255.255.255.0
Default Gateway : 10.0.0.1
Setelah isi semua sesuai yang diatas, tekan tombol ‘OK’ dan ‘OK’.
g.     Setting IP pada windows à Done !

2.     Setting pada Virtual Box
a.     Pertama jalankan aplikasi Virtual Box yang sudah terinstall dengan BlankOn.
b.     Setelah Virtual Box sudah terbuka, pilih OS BlankOn yang sudah terinstall.
Kemudian pilih menu “Setting”, maka akan muncul menu sebagai berikut :





c.      Kemudian pilih menu Network, lalu setting seperti dibawah ini :
d.     Setelah itu tekan “OK”, settingan pada Virtual Box selesai.

3.     Setting IP pada Virtual BlankOn.
a.     Jalankan OS BlankOn pada Virtual Box.
b.     Kemudian disebelah pojok kiri atas terdapat logo BlankOn, klik lalu pilih accessibility à Root terminal
c.      Setelah muncul menu seperti dibawah ini, masukkan password sesuai dengan login di BlankOn anda.
d.     Kemudian ketikkan seperti dibawah ini :
(nano /etc/network/interfaces) à kemudian enter





e.      Setelah itu setting IP jaringan anda seperti gambar dibawah ini:
Kemudian untuk save settingan yang sudah kita atur, tekan CTRL+X à kemudian tekan Y à dan ENTER
f.       Kemudian kita restart jaringan pada BlankOn dengan mengetikkan /etc/init.d/networking restart. Kemudian tekan ENTER.
Maka akan muncul tulisan seperti gambar diatas.




g.     Kemudian untuk melihat hasil routing tabel, dengan cara route –n.
h.     Setelah semua settingan jaringan sudah disetting pada windows dan BlankOn, lakukan tes koneksi dari Windows ke BlankOn dan sebaliknya dari BlankOn ke Windows.
·        Dari Windows ke BlankOn dengan IP Address 10.0.0.1
·        Dari BlankOn ke Windows dengan IP Address 10.0.0.2
Dari hasil diatas telah menunjukkan bahwa koneksi antara Windows dan BlankOn sudah terhubung.






Soal 2 : Subnetting IP address kelas A dengan segmen yang berbeda.
Pada segmen yang berbeda, kita cukup mengubah IP Address pada Windows, IP Address pada BlankOn tidak diganti.

a.     Seperti cara diatas, ganti IP Address pada Windows seperti gambar dibawah ini.
Kemudian save settingan yang sudah kita ganti dengan menekan tombol OK.






b.     Settingan pada BlankOn tidak perlu diganti. Sama seperti sebelumnya.
c.      Kemudian lakukan tes koneksi kembali dari Windows ke BlankOn, dan dari BlankOn ke Windows.
·        Dari Windows ke BlankOn dengan IP Address 10.0.0.1



·        Dari BlankOn ke Windows dengan IP Address 10.0.1.2
Dari hasil diatas menunjukkan bahwa dengan segmen yang berbeda, koneksi dari Windows ke BlankOn dan dari BlankOn ke Windows tetap terhubung.
d.     Sekarang kita akan mencoba untuk mengganti IP Address pada BlankOn.
e.      Setting IP Address pada BlankOn terlebih dahulu dengan cara
nano /etc/network/interfaces kemudian tekan ENTER.
          Setelah itu save settingan yang ada dengan CTRL+X à kemudian tekan Y dan ENTER.
f.       Kemudian jangan lupa untuk merestart settingan yang ada dengan cara /etc/init.d/networking restart. Kemudian tekan ENTER dan akan muncul pesan seperti dibawah ini.
g.     Kemudian untuk melihat hasil dari routing tabelnya dengan cara route –n lalu ENTER.
h.     Kemudian untuk melewatkan IP Address yang berbeda segmen dengan cara nano/proc/sys/net/ipv4/ip_forward kemudian ENTER.
i.       Kemudian ganti angka 0 menjadi 1, kemudian save dengan CTRL+X à kemudian tekan Y dan ENTER.
j.       Kemudian masukkan sysctl –p untuk mengaktifkan settingan diatas.
k.     Kemudian lakukan tes koneksi dari Windows ke BlankOn dan dari BlankOn ke Windows.
·        Windows ke BlankOn dengan IP Address 10.0.2.2
·        BlankOn ke Windows dengan IP Address 10.0.1.2
àHasil koneksi gagal
l.       Dari hasil diatas menunjukkan bahwa jaringan pada Windows menuju BlankOn dan dari BlankOn ke Windows tidak saling terhubung.


C. Analisa
Pada tes koneksi yang terakhir dilakukan, koneksi dari Windows ke BlankOn dan dari BlankOn ke Windows tidak berhasil terhubung. Ini sebabkan karena settingan pada gateway pada masing-masing jaringan yang menyebabkan keduanya tidak bisa terhubung.
Setiap jaringan yang telah diberikan, harus dimasukkan gateway sebagai jembatan penghubung antara kedua jaringan dari Windows dan BlankOn sehingga koneksi dapat saling terhubung satu dengan yang lain.

D. Kesimpulan dan Saran
1.     Kesimpulan :
Subenetting dilakukan untuk mempermudah dalam pembagian alamat host pada sebuah jaringan . Dalam pengaturan alamat IP dapat dilakukan dengan dua cara yaitu statis dan dinamis. Pengaturan ini hendaknya dilakukan dengan benar sehingga jika ada dua komputer atau lebih yang menggunakan alamat IP yang disedikan tersebut ingin melakukan akses ke alamat network yang ditentukan dapat terkoneksi dengan benar.
Settingan pada gateway juga mempengaruhi koneksi antar jaringan yang ada. Sehingga gateway yang dipakai harus mempunyai keterhubungan dengan IP Address yang akan kita gunakan.

2.     Saran
·        Pengalamatan IP hendaknya dilakukan dengan benar.
·        Melakukan analisa lebih ketika terjadi troubleshooting pada koneksi jaringan yang sudah dibuat.

·        Memberikan solusi pada  troubleshooting yang terjadi.